Cerita Horor Rumah Berhantu di Ibu Kota Part 2

Tepat pukul 09.00 satu persatu orang kantor absen dan duduk pada mejanya masing masing , ku perkenalkan diri saya kepada setiap orang yang masuk ke dalam kantor itu , kebetulan meja saya dekat dengan pintu , saya mencari meja yang tepat di depan AC hehehe , karena saya pikir kota ini panas , namun saya salah ternyata kota ini tidak lebih panas dari kota kantor saya berada , suhu di kota ini berada di antara 36 / 37C suhu ini jauh lebih rendah dari pada kota kantor saya berada yang mencapai suhu 40 / 41C. Setelah semuanya masuk di kantor ternyata hanya ada 2 orang yang asli Jakarta sini , kebanyakan berasalah dari Provinsi Jawa Tengah , seketika terlintas di pikiran saya kenapa tidak tinggal di rumah yang saya tempati dan dari sinilah perjalanan saya di mulai tentang rahasia rumah yang saya tempati ini .....

Hari itu terlihat semua orang bersemangat seperti biasanya , aku sendiri sangat antusias dengan hari pertama saya kerja di Jakarta , karena orang Management kantor ini menyambut saya dengan sangat baik. Terutama Ibu administrasi disini sangat baik , suasana yang hangat sangat terasa di kantor ini , balik ke pembahasan kita mengenai masalah kenapa orang orang yang memilih untuk kost daripada tinggal di rumah yang saya tempati kemarin padahal biaya sewa kost di daerah kantor sangat mahal , sempat menanyakan biaya untuk sewa kost tiap bulan harga terendahnya mencapai 2,5jt itu nominal yang tinggi bagiku , selain itu ada tempat yang gratis yang disediakan oleh kantor mengapa tidak di gunakan dalam hatiku mungkin orang orang memilih kost karena agar lebih bebas , sebab ketika di rumah tsb ada peraturan yang harus berada di rumah sebelum pukul 23.00 WIB karena gerbang menuju ke perumahan tersebut di tutup dan tidak bisa di lewati oleh kendaraan.

Tepat pukul 13.00 WIB orang orang mulai pergi istirahat untuk makan siang dan menunaikan ibadah sholat , sebab di kantor ini Mayoritas Muslim , saya di ajak oleh salah satu rekan kerja saya sebut saja namanya Ibu Muji , beliau terlihat ibu ibu dengan usia kurang lebih 40 tahunan. Saya di ajak makan siang pada salah satu rumah makan di salah satu Mall di Jakarta ini , tidak ada cerita menarik mengenai perbincangan saya dengan Ibu Muji ini , karena baru pertama kali kenal dan saya juga tipe orang yang tidak begitu suka berbicara banyak dengan orang yang baru kenal. Seperti pada umumnya seorang Ibu , Ibu Muji mulai menceritakan anaknya yang baru kelas 6 SD ke saya , kemudian setelah mengobrol lama saya mulai menanyakan mengenai apa yang saya pikirkan tadi pagi .Tidak ada reaksi yang aneh beliau menjawab semuanya dengan santai dengan kesan yang menurut saya pertanyaan yang saya tanyakan ini sering kali beliau dengar. Larut pada sebuah obrolan yang ngalor ngidul dengan mulut berisi makanan , namun tidak ada jawaban yang membuat saya merasa puas , saya berfikir ada sesuatu yang aneh pada rumah tsb.

Tidak ada jam kerja disini , karena disini memegang ideologi kerja berdasarkan hasil tidak bekerja berdasarkan waktu , kurang lebih pukul 19.00 WIB saya pulang menggunakan ojek online , seperti biasa Jakarta macet dan penuh dengan kikak kikuk kota ramai , tidak jarang saya mendengar suara klakson motor dan mobil yang saling menyaut menandakan mereka ingin sekali buru buru pulang kerumah dan beristirahat , tidak jarang orang yang saling adu mulut ketika mereka saling bersenggolan , inilah sedikit gambaran mengenai arti kata keranya Ibu kota ini. Jarak kantor dan rumah yang saya tinggalin sebenarnya hanya memiliki jarak 3,8 KM namun jarak itu memakan waktu 30 menit lamanya , karena macetnya jalanan ibu kota ini. Saya hanya berfikir kota yang ingin saya hindarin selama hidup , malah saya mencari nafkah di kota ini.

Sambil melamun di jalan , tak terasa 30 menit itu cepat berlalu , pikiran mulai nglantur dan lelah , saya sampai pada rumah yang saya tinggali ini , saya masuk kedalam kamar dan mulai memejamkan mata saya , malam itu terasa panas dan kebetulan ada ruangan kosong pada rumah tsb yang memiliki 2 AC dan kebetulan ada kasur lantai di kamar saya , saya meminta ijin kepada ART rumah tsb dan di persilahkan tidur dimana saja yang saya sukai , namun ada pesan yang membuat mata yang saya tadinya ngantuk menjadi segar kembali , beliau berkata " Mas kalau mau tidur diruang ini , lampunya jangan di matiin ya sama kalau bisa pintu jangan di kunci , kalau ada apa-apa mbok bisa langsung masuk kesitu " seketika rasa penasaran yang tadinya ada di pikiran saya mulai terjawab ...............

Hay terima kasih sudah membaca cerita saya , tunggu kelanjutan cerita ini yang akan saya update setiap minggu tepatnya hari Selasa ya , jadi jangan lupa nih buat nandai halaman web saya , terima kasih.

0 Response to "Cerita Horor Rumah Berhantu di Ibu Kota Part 2"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel