Cerita KKN di Desa Penari - Part 1





Cerita KKN di Desa Penari

Assalamualaikum.wr.wb , jumpa lagi bersama kita dalam waktu yang indah ini , semoga saudaraku semua sehat-sehat selalu dan selalu dalam lindungan Allah SWT , pada kesempatan kali ini saya akan membagikan cerita yang saat ini menjadi topik dan trending di jagat raya Indonesia yaitu “ Cerita KKN di desa penari “ dimana cerita ini masih menjadi perbincangan yang hangat dan tentunya membuat siapapun penasaran akan hal ini , namun untuk mempersingkat waktu , saya akan meringkas dengan bahasa saya sendiri yang membuat anda membaca cerita ini mampu menemukan poin poin penting pada cerita ini.

Awal Mula Cerita KKN di Desa Penari


Desa penari bukanlah nama desa yang sebenarnya , nama ini diambil oleh penulis dikarenakan ada sangkut paut antara penari dan juga kejadi cerita KKN di desa penari ini , awal mula cerita KKN di Desa Penari dimulai dimana ada tugas akhir yang harus ditempuh oleh mahasiswa akhir pada salah satu fakultas di Kota yang tidak akan saya sebutkan , dimana ada 6 orang mahasiswa dan mahasiswi yang berbeda fakultas melalukan KKN pada desa tersebut , mahasiswa dan mahasiswi tersebut adalah Ayu , Widya dan Nur , kemudian ada Anton , Bima serta Wahyu. Dimana yang memiliki ide KKN pada desa tersebut adalah si Ayu , singkat cerita , setelah mereka memiliki ijin dari kampus serta keluarga , mereka berangkat dari kampus mereka siang hari , dan untuk perjalanan ke Desa tersebut memakan waktu 4 hanya bisa di akses mobil sampai pintu masuk ke hutan pembatas desa tersebut , jalur masuk ke dalam desa tersebut memiliki medan yang cukup sulit jika ditempuh mengendarai mobil , jalan dari bebatuan dan sempit membuat mereka memilih mengendarai sepeda motor dari pada mobil , sampai di depan hutan mereka turun dan menunggu jemputan dari orang desa tersebut dengan menggunakan sepeda motor , seketika ketika mereka melihat warga desa yang menjemputnya menggunakan motor butut salah satu dari teman lelaki mereka menceloteh “ cok motoran a “ dalam bahasa Indonesia “ Jancuk naik motor ya “ mungkin dari kota yang ia tinggali itu adalah hal yang biasa , tapi bagi warga disitu adalah hal yang di anggap tidak sopan , tatapan mata warga yang sinis yang di sadari Nur sendiri , membuatnya merasa tidak enak karena telah tidak sopan.

Perjalanan ke Desa penari di tempuh dengan waktu 45 menit , matahari mulai terbenam dan membuat suasana makin membuat nyali mereka menciut , sebelum sampai di Desa Penari , Nur dan Widya mendengar alunan musik gamelan disertai Penari yang hanya di dengar beberapa saat saja , 45 menit berlalu Nur dan teman temannya sampai pada Desa Penari , mereka menemui kepala desa yang bernama pak Prabu , pak Prabu yang ramah dan murah seyum ini menyambut baik anak anak yang akan mengabdikan diri pada desa ini , setelah bertemu dan memperkenalkan diri masing” pak Prabu mengantarkan anak perempuan ke Salah satu rumah warga dan laki laki ke posyandu di Desa ini. Namun ada hal yang ganjal ketika orang orang mengobrol dengan pak Prabu , Nur kaget tak terduga melihat sesosok hitam besar dengan mata merah yang mengamati Nur dan teman temannya di Balik batu hitam dengan lumut di seberang rumah Pak Prabu , namun Nur hanya diam dan tidak berkata apapun , yang ia lakukan hanyalah membaca doa yang di Ajarkan oleh guru ngajinya sewaktu di Pondok dimana dia belajar agama.

Sampai di kamar , Nur memikirkan ada kejanggalan dan keanehan yang dia alami barusan , pikiran mulai takut dan berfikir apakah dia bisa menghabiskan waktu selama 6 Minggu di Desa tersebut. Nur meletakan tubuhnya di kamar melihat langit langit rumah yang hanya tertutup genting dan banyak sarang laba laba dirumah tersebut. Seperti halnya rumah pada perdesaan lainnya.Sembari memikirkan hal tadi tiba tiba Widya mengatakan apakah Nur mendengar gamelan ketika di perjalanan tadi ? Nur mencoba menenangkan hatinya Widya dengan mengatakan mungkin ada hajatan di Desa tetangga , Nur tahu bahwa ini adalah desa satu satunya yang ada di daerah ini.

Bersambung.....

0 Response to "Cerita KKN di Desa Penari - Part 1"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel